Surat Penyambut Riak Juni, Teruntuk Gadis Mungilku

Dari Antares Orion kepada gadis yang dikenalnya dalam labirin.

Gadis mungilku yang manis, malam ini aku mencintaimu dengan cara yang belum engkau ketahui. Aku tidak perlu letih menempuh jarak, atau tenggelam dalam sepongah harapan akan kehadiranmu. Aku telah menundukkan cintaku padamu dan mengubah cintaku padamu sebagai unsur pembentuk diriku. Kumohon pahamilah aku.

Aku mencintaimu saat riuhan angin memetik daun-daun birch yang malang. Terbawa oleh arus tersemat di musim gugur. Di hamparan daratan ini aku mencintaimu. Bahkan ketika bintang-bintang berhenti berkelip, pancaran cahaya dari matamu tetap menyinari duniaku. Engkau bilang itu bentuk dari ketulusanmu. Hanya saja, apakah cinta yang tulus nyata adanya?

Malam ini, aku mencintaimu di malam pembuka bulan Juni. Kubukakan jendela lebar-lebar, membiarkan aroma Juni menyengat hidungku yang tengah duduk di depan layar. Tapi, ada satu kekhawatiran  yang menggangguku dalam kedamaian ini. Aku mati kata-kata atas itu, dapatkah engkau membantuku?

Engkau milikku, dan segala sesuatu memang terasa milikku. Maka perlu engkau ketahui bahwa cintaku mengubah segala sesuatu di sekitarku, dan segala sesuatu di sekitarku mengubah cintaku. Apakah benar adanya tentang sesuatu yang disebut cinta sejati?

Rembulan putih di atasku sekarang bukanlah apa-apa selain debu kosmik dari alam raya. Tetapi, haruskah aku katakan bahwa engkau lebih dari sekadar permadani di alam rayaku? Tentu tidak, Nona. Cinta tidak terdefinisikan dan sekarang aku tidak mengerti apa yang terjadi.

Pikirkan saja bagaimana semua kehidupan dapat terbentuk. Maka demikian pula engkau akan bisa mengerti betapa misteriusnya Cinta bagiku. Dan dalam kebisingan di mana kita sekarang hidup, cinta mustahil dan keadilan tak mencukupi. Seluruh kata-kata dalam surat ini tidak berarti apa-apa lagi jika engkau memuntahkannya.

Tapi, biarlah, Nona. Aku mengundangmu untuk terbang menuju kawah rembulan malam ini sebelum larut. Udara permulaan bulan Juni selalu sejuk dan menyenangkan. Itu adalah indikasi yang bagus untuk kita menetapkan rencana dan pergi meninggalkan semua beban kehidupan.

Bayangkan betapa hebatnya karena di sana hanya kita berdua yang eksis! Tidak seorang pun akan melihat kita sehingga engkau bisa menampilkan tarian terbaikmu di hadapanku. Datanglah pukul 9 malam dan jangan dulu tidur sebelum itu. Kamu akan membutuhkan cukup tenaga dan kelimpahan imajinasi.

Mungkin di sana engkau harus menunggu beberapa saat sebab ragaku ini selalu terlambat jika berjanji dengan gadisnya. Aku tidak bisa menampilkan diri yang penuh kemewahan. Aku senang menjadi apa adanya, hanya saja aku gugup.

Jadi kuputuskan untuk membunuh semua harapan dan hanya bernapas sebagaimana hidup adanya. Kita bertemu di sana, kan? Siapkanlah lagu kesukaanmu. Aku menuntut gadis mungilku untuk bersenandung. Dan jangan menampilkan wajah masammu. Aku sedikit kapok memakan anggur dalam kedinginan. Setidaknya engkau lebih sedikit masam, Gadis Anggur-ku.

Ah, biarlah kusampaikan selamat malam padamu.

pada malam penyambut riak Juni. 31 Mei 2021.
di sudut lain daratan bumi.

Posting Komentar

0 Komentar