Ketika Mimpi-mimpi Tak Kunjung Terwujud

Bermimpi

Mari kita syukuri mimpi-mimpi yang tak tercapai, juga tak terwujud. Sebab mimpi-mimpi yang tak tercapai itu adalah bagian dari doa-doa yang belum dikabulkan.

Dan, di balik doa yang belum dikabulkan, ada keindahan yang tersimpan. Mungkin, mungkin saja, ini cara Allah melindungi kita dari keburukan apa yang kita pinta.

"... Tetapi, boleh jadi kamu tidak menyenangi sesuatu, padahal itu baik bagimu, dan boleh jadi kamu menyukai sesuatu, padahal itu tidak baik bagimu. Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui." (QS. Al-Baqarah: 216)

Mungkin, mungkin saja, Allah tak ingin memberikan semua yang kita inginkan di dunia ini. Mungkin, mungkin saja, Allah hendak menyiapkan bagian baik di akhirat.

"Barang siapa menghendaki keuntungan di akhirat, akan Kami tambahkan keuntungan itu baginya, dan barang siapa menghendaki keuntungan di dunia, Kami berikan kepadanya sebagian darinya (keuntungan dunia), tetapi dia tidak akan mendapat bagian di akhirat." (QS. Asy-Syura: 20)

Ketika mimpi tak kunjung terwujud

Mungkin, mungkin saja, ini cara Allah supaya hati kita lebih condong pada akhirat yang kekal daripada dunia yang sudah sering mengecewakan, fana pula.

"Sesungguhnya kehidupan dunia ini hanyalah kesenangan (sementara) dan sesungguhnya akhirat itulah negeri yang kekal." (QS. Ghafir: 39)

Namun, kita juga butuh introspeksi.

Sudahkah kita memurnikan doa kita hanya kepada Tuhan yang Menciptakan kita semua, Tuhan Pencipta Alam Semesta, Tuhan yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang? Sudahkah kita benar berdoa kepada-Nya? Hanya kepada-Nya?

Sudahkah kita menghadirkan hati saat berdoa? Dengan keyakinan yang kokoh?

"Aku sesuai persangkaan hamba-Ku." (HR. Bukhari no. 7405 dan HR. Muslim no.2675)

Sudahkah kita bertaubat atas maksiat-maksiat yang kita lakukan? Dan, bila kita terjatuh dalam maksiat lagi, sudahkah kita bertaubat lagi dengan taubat yang sungguh-sungguh?

Sudahkah kita memanfaatkan waktu-waktu mustajab untuk berdoa?

"Ada tiga doa yang tidak tertolak: Doanya pemimpin yang adil, orang yang berpuasa ketika berbuka, dan doanya orang yang terzhalimi." (HR. Ibnu Majah no. 1752)

"Doa di antara azan dan ikamah tidak tertolak." (HR. Tirmidzi no. 212)

"Seorang hamba berada paling dekat dengan Rabb-nya ialah ketika ia sedang bersujud. Maka, perbanyaklah berdoa ketika itu." (HR. Muslim no. 482)

"Doa tidak tertolak pada dua waktu yaitu ketika azan berkumandang dan ketika hujan turun." (HR. Hakim no. 2534)

Sudahkah kita mengamalkan ibadah-ibadah kita dengan niat yang ikhlas karena Allah serta mengikuti tuntunan Nabi Saw.? Ataukah kita beribadah hanya karena mengharapkan apa yang kita inginkan, tak terlalu peduli pada kevalidan bacaan dan gerakan kita?

Ketika mimpi tak kunjung terwujud

Jangan-jangan kita termasuk orang-orang yang tergesa-gesa dalam berdoa?

"Doa seorang hamba akan senantiasa dikabulkan selama dia berdoa bukan untuk keburukan atau memutus tali silaturahim dan selama dia tidak tergesa-gesa dalam berdoa. " Kemudian seseorang bertanya, "Ya Rasulullah, apa yang dimaksud tergesa-gesa dalam berdoa?" Kemudian Rasulullah menjawab, "Yaitu seseorang yang berkata, 'Sungguh aku telah berdoa dan berdoa, namun tak juga aku melihat doaku dikabulkan,' lalu dia merasa jenuh dan meninggalkan doa tersebut." (HR. Muslim no. 2735)

Ataukah kita termasuk orang-orang yang tak peduli dengan apa yang masuk ke dalam perut kita dan tetap berharap doa terus dikabulkan?

Jangan-jangan kita termasuk orang-orang yang hilang rasa yakin ketika berdoa kepada Allah saking seringnya tidak mendapatkan apa yang kita inginkan?

Bukankah perlu kita ingat bahwa ada orang-orang yang semua keinginannya dibalas di dunia dan dia tak mendapatkan bagian apa-apa di akhirat? (Lihat QS. Asy-Syura: 20)

Bukankah kita masih mendambakan bagian di akhirat? Jadi, seharusnya, doa-doa yang tak tercapai di dunia ini ... tak masalah, kan?

Iya, susah, susah sekali mengatakan ini, susah sekali mengamalkan ini, tetapi ...

"Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah-Ku) dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran." (QS. Al-Baqarah: 186)

Posting Komentar

1 Komentar