Pentingnya Perubahan Diri dan Berkorban | Motivasi Ambyar

Motivasi Ambyar, Berkorban, Perubahan diri

Mustahil ada kemajuan tanpa perubahan. Orang yang tak dapat mengubah pikirannya tak akan bisa mengubah apa-apa.

~George Bernard Shaw

Saya cukup yakin, semua orang ingin berubah menjadi lebih baik. Semua orang ingin perubahan diri.

Entah apa pun motivasinya, menjadi lebih baik merupakan fantasi semua orang. 

Tujuannya beragam, ada yang memang merasa payah sehingga perubahan menjadi wajib dilakukan, ada yang memang ingin mengadopsi nilai-nilai baru, bahkan ada yang berusaha membuat orang-orang suka kepada dirinya, membayangkan orang-orang yang berkerumun akan terbelah membentuk dinding di kedua sisi seperti laut merah terbelah oleh tongkat Nabi Musa, kemudian dia berjalan di tengahnya sambil menikmati sorak-sorai dari orang-orang.

Baca juga: Jangan Takut Bermimpi! | Makna dan Interpretasi Lagu 'A Million Dreams'

Hiperbola, memang.

Tapi, perubahan tidak bisa terjadi tanpa adanya tindakan. Ya, ini memerlukan pengorbanan.

Saya menyebut hal itu sebagai trade off. Ini semacam paham bahwa kita tidak akan bisa fokus ke hal apa pun tanpa mengorbankan hal lain.

Saya ingin fokus menulis. Bagus! Artinya saya harus membiarkan tumpukan tugas di meja belajar saya.

Anda ingin menjadi penyanyi. Bagus! Artinya Anda harus mengingkari janji-janji untuk nongkrong bersama teman Anda, guna bisa fokus melatih vokal Anda.

Begitulah trade off  bekerja. Tanpa itu, kita tidak akan bisa mendalami makna suatu hal. Sungguh, ini semacam konsekuensi yang harus Anda terima. 

Selamat datang di kehidupan. Nikmati kunjungan Anda!


Tidak Ada Bagaimana

Banyak orang mungkin mendengar semua hal ini, dan kemudian mengatakan sesuatu seperti, "Oke, tapi bagaimana? Saya sadar bahwa nilai yang saya miliki payah, dan bahwa saya menghindari tanggung jawab dari semua permasalahan saya, dan bahwa saya orang cengeng yang berpikir bahwa dunia harus mengitari saya beserta setiap ketidaknyamanan yang saya alami. Namun bagaimana saya bisa berubah?"

Dan mengenai hal ini saya katakan, "Lakukan, atau jangan lakukan; tidak ada 'bagaimana'."

Baca juga: Cara Ampuh Menghilangkan Rasa Malas yang Berlebihan!

Anda sudah memilih, di setiap momen di setiap hari, apa yang Anda pedulikan, jadi berubah itu sesederhana memilih untuk memedulikan hal lain.

Sungguh sesederhana itu. Tapi tidak mudah.

Ini tidak mudah karena pada awalnya Anda akan merasa seperti seorang pecundang, penipu, tolol. Anda akan merasa gugup. Anda akan ketakutan. Anda mungkin akan marah kepada teman atau ayah Anda dalam proses ini. 

Itu semua adalah efek samping dari mengubah nilai, mengubah apa yang Anda pedulikan. Tetapi itu tidak bisa kita hindari.

Ini sederhana namun sungguh, sungguh berat.

Mari kita lihat beberapa efek sampingnya. Anda akan merasa tidak yakin; saya jamin. "Haruskah saya sungguh merelakan ini? Apakah ini hal yang benar untuk dilakukan?"

Anda terbiasa mengerjakan tugas sekolah setiap hari. Sekarang, Anda memutuskan ingin menjadi vlogger guna mencari uang.

Saya jamin, Anda akan merasa ragu. Kemudian muncul suara dari dalam pikiran Anda, "Apakah saya harus mengorbankan tugas-tugas sekolah demi menjadi vlogger? Bagaimana jika saya gagal menjadi vlogger dan akhirnya saya hanya kena marah karena mengabaikan tugas sekolah?"

Melepaskan suatu nilai yang telah melekat pada Anda selama bertahun-tahun akan membuat Anda mengalami disorientasi, karena Anda tidak tahu lagi mana yang baik dan mana yang buruk.

Ini sulit, tapi ini wajar.

Berikutnya, Anda akan merasa telah gagal.

Anda telah menghabiskan separuh hidup Anda mengukur diri Anda menggunakan nilai yang lama tersebut, jadi ketika Anda mengganti prioritas, mengubah ukuran Anda, dan berhenti melakukan perilaku yang sama, Anda akan gagal menemukan ukuran lama yang terpercaya itu dan karenanya Anda akan segera merasakan semacam kepalsuan  atau merasa tidak menjadi siapa pun. 

Itu juga merupakan hal yang normal dan juga tidak nyaman.

Dan Anda pasti akan mengalami penolakan.

Banyak hubungan dalam hidup Anda dibangun di atas nilai-nilai yang Anda juga, jadi momen saat Anda mengubah nilai tersebut--momen Anda memutuskan bahwa belajar lebih penting daripada nongkrong di cafe

Bahwa melakukan pekerjaan yang Anda sukai lebih penting daripada uang--perubahan Anda ini akan menggema dalam seluruh hubungan Anda dan banyak di antaranya akan meledak di muka Anda. 

Ini juga hal yang normal dan tidak akan membuat nyaman.

Ini penting, meskipun menyakitkan, efek samping dari membuat pilihan untuk memindahkan kepedulian Anda ke tempat lain, di tempat yang jauh lebih penting dan layak bagi energi Anda. 

Ketika Anda menyortir ulang nilai-nilai Anda, Anda akan menemui penolakan secara internal dan eksternal dalam perjalanan Anda.

Lebih dari itu, Anda akan merasa tidak yakin; Anda akan bertanya-tanya apakah yang Anda lakukan salah.

Namun seperti yang akan kita lihat, ini adalah hal yang baik.

Well saya buat tulisan ini menjadi super singkat, karena saya sangat paham, tulisan yang terlalu bertele-tele alias terlalu panjang akan membuat Anda bosan. Dan saya benci itu. 

See you in next post.

Baca juga: Menjaga Harapan untuk Tetap Hidup!

Posting Komentar

0 Komentar