Jangan Malu, Apalagi Ditahan! Inilah Manfaat dari Menangis | Motivasi Ambyar


Motivasi ambyar, menangis, jangan takut, kelemahan, manfaat menangis


Cengeng..

Mungkin itu kata yang terlontar dari mulut teman Anda ketika melihat Anda sedang menangis.

Dan itu sungguh anggapan yang payah.

Bagaimana pun, menangis itu alamiah. Ini normal. 

Setiap orang tidak bisa menghindarinya. Persetan orang-orang bilang bahwa menangis itu menunjukkan kalau kita lemah.

Memangnya mereka lahir langsung mengucapkan, "Assalamu'alaikum"? Mereka mau jadi jagoan, ya?

Well mari kita patahkan stigma yang mengatakan bahwa menangis itu pertanda kelemahan. Karena nyatanya, menangis memiliki banyak manfaat.

Baca juga: Hati-Hati dalam Berpikir Positif!


Menangis Bukan Kelemahan

Menangis adalah respon alami manusia untuk meluapkan emosi, apa pun itu. Kesedihan, kehilangan, putus harapan, segala-galanya ambyar, frustasi, stres, marah, bahkan kegembiraan.

Baca juga: Menjaga Harapan untuk Tetap Hidup!

Ini tidak aneh untuk dilakukan, bodo amat siapa pun itu. Laki-laki atau perempuan. Anak kecil atau dewasa.

Ya, pembaca, termasuk bagi pria kekar berotot, dengan wajah garang dan perut seperti dipahat. Mereka pun tetap bisa menangis, dan itu normal. Siapa yang tahu, mungkin orang-orang seperti itu lah yang dalam kesendiriannya lebih banyak menangis.

Apa itu artinya mental mereka lemah? Bukan, sayang.

Well menangis tidak selalu bisa dicari penyebabnya.

Dan Anda pernah merasakan itu, iya kan? 

Anda tahu, pikiran yang tiba-tiba kosong, diiringi jatuhnya air mata. Sial, siapa yang menaruh bawang di sini?

Baca juga: Pentingnya Perubahan Diri dan Berkorban!

Pada beberapa kasus, menangis merupakan sinyal yang dikirimkan oleh seseorang pada orang lain untuk memberitahu bahwa dirinya sedang benar-benar sedih atau tertekan.

Saya ingat ketika teman saya menangis tepat di depan wajah saya sendiri. Kami sedang di kelas waktu itu. Dan kelas sudah bubar. Jadi hanya kami berdua. 

Dia laki-laki btw..

Seperti orang-orang awam akan katakan, saya pun langsung menanyakan alasan dia menangis.

Dan dia menjawab dengan suara yang pelan, sangat pelan sampai kuping saya hampir tidak bisa mendengarnya.

Dan telinga saya menangkap jawaban bahwa dia, baru saja putus dengan pacarnya.

Huftt.. Maaf, kawan, saya menceritakannya di sini. Tapi ini bukan aib saya rasa. Kecuali saya menyebutkan nama orangnya.

Jujur, saya waktu tidak mengatakan apa-apa padanya. 

Mungkin jika saya seorang perempuan, saya akan mengatakan, "Sabar, yang lebih baik akan datang."

Atau jika saya laki-laki, tapi dalam wujud orang lain, mungkin saya akan mengatakan, "Tenang, bro. Kita cari cewek lain, oke?"

Nyatanya, saya benar-benar diam dan hanya mengajaknya untuk duduk dengan bahasa isyarat. Saya blak-blakan saja: bagi saya itu cukup konyol, tapi bagi teman saya, mungkin itu sangat menyakitkan.

Jadi, saya diam dan hanya membiarkan dirinya menangis.

Baca juga: Ketika Orang-Orang Merendahkanmu!

Sampai di mana kita? Oh tentang menangis sebagai tanda sinyal. Ya, benar!

Mengutip dari Wikipedia, berdasarkan penelitian, perempuan menangis 30 hingga 64 kali/tahun, sementara pria menangis 6 hingga 17 kali/tahun. 

Pria menangis antara dua hingga empat menit, sementara wanita rata-rata enam menit, di mana menangis menjadi terisak-isak untuk wanita dalam 65% kasus, tetapi untuk pria hanya dalam 6% kasus.

Anehnya pada waktu anak-anak, laki-laki atau pun perempuan memiliki frekuensi menangis yang sama.


Manfaat Menangis

Telah saya singgung di awal bahwasanya menangis memiliki manfaat. Dan ini cukup beragam, unik, dan tidak disadari. Karena inilah saya tertarik menulis tulisan ini.


Membantu Menenangkan Diri

Inilah alasan mengapa saya sangat menganjurkan Anda untuk jangan berhenti di tengah-tengah ketika sedang menangis. 

Dan keyakinan ini pula yang membuat saya bisu seribu bahasa ketika teman saya menangis dalam cerita tadi.

Menangis membuat diri lebih tenang.

Ini sudah terbukti secara psikologis.

Sebuah studi juga mengungkapkan bahwa menangis dapat mengaktifkan sistem saraf parasimpatis. Sistem saraf ini membantu tubuh kita untuk beristirahat sejenak.

Manfaatnya tidak langsung terasa, memang. Kita butuh selang beberapa menit untuk dapat merasakan efek tenang setelah berhenti menangis.

Well karena alasan ini juga, saya benci untuk menahan tangisan.


Menghilangkan Rasa Sakit

Sering melihat orang-orang menangis ketika mereka merasakan rasa sakit? Itu respon alami dari tubuh kita.

Dan memang iya, menangis bisa mengurangi rasa sakit. Apalagi jika tangisan itu diiringi teriakan ala-ala sang raja hutan. Uwww.. menyeramkan. Tapi rasa sakit bisa terlupakan.

Menangis dalam waktu lama dapat melepaskan oksitosin dan endorfin, zat kimia yang menyebabkan efek mengenakan untuk membantu meringankan rasa sakit fisik dan emosional. 

Setelah endorfin dilepaskan, tubuh mungkin mengalami sedikit mati rasa. Sedangkan oksitosin dapat memberikan perasaan tenang atau sejahtera.


Meningkatkan Suasana Hati 

Entah gila atau tidak, mood saya selalu membaik dan meningkat ketika selesai menangis.

Hey, saya tidak bercanda.

Saya percaya, bahwa menangis membentuk motivasi baru dalam pikiran saya.

Saya menangis karena gagal lulus ujian akhir. Selesai menangis, otak saya menciptakan motivasi bahwa saya harus bangkit dan mulai belajar.

Saya menangis karena dikhianati seseorang. Selesai menangis, otak saya seakan datang pada raga saya dengan wujud malaikat, dan mengatakan, "Hey, buktikan pada dia bahwa secepat mungkin dia akan menyesali perbuatannya kepadamu."

Saya tidak memaparkan berdasarkan sains, memang. Tapi saya yakin, Anda akan benar-benar setuju ketika Anda berhenti menangis.


Mengembalikan keseimbangan emosional 

Menangis tidak hanya terjadi ketika kita bersedih. Ya, ini juga datang ketika kita bahagia dan ketakutan.

Para peneliti di Yale University mengungkapkan, menangis dapat membantu seseorang mengembalikan keseimbangan emosional.

Ketika kita berbahagia, kemudian menangis, itu dapat merupakan mekanisme alami dari tubuh untuk menetralkan diri dari terpaan emosi yang kuat. Begitu pun ketika kita merasa sangat ketakutan.


Well sampai di sini saja tulisan ini. Sebenarnya masih ada manfaat lainnya dari menangis. Tapi itu akan terlalu panjang dan saya benci jika tulisan ini berubah menjadi membosankan.

Kita harus sesekali menangis demi alasan kesehatan. (Stephen Sideroff, Ph.D., psikolog klinis dari UCLA AS, melansir Web MD)

Baca juga: Jangan Takut Bermimpi! Makna dan Interpretasi Lagu 'A Million Dreams' 

Posting Komentar

0 Komentar