Menjaga Harapan Untuk Tetap Hidup | Sebuah Tulisan tentang Harapan

Orang Orang Muda, Sendirian, Sedih, Anjing, Kamar

Jika saya bertanya, apa lawan dari kebahagiaan? Sebagian besar dari Anda akan menjawabnya, "Kesedihan atau amarah."

Tidak, bukan itu jawaban yang saya inginkan. Bukan, lawan dari kebahagiaan adalah ketiadaan harapan, sebuah pemandangan kelabu keputusasaan dan kelunglaian. Lawan dari kebahagiaan adalah keyakinan bahwa segala-galanya ambyar, jadi apa faedahnya melakukan sesuatu?

Anda mungkin bingung bahkan tidak mengerti apa yang saya maksud. Tapi sekarang, simpan dulu kebingungan Anda itu dan mari bergabung ke dalam pemikiran (ambyar) saya sementara ini.


Kebenaran yang Menggelisahkan

Seandainya saya bekerja sebagai pengantar surat di sebuah kantor pos, ketimbang menyerahkan surat dari satu orang ke orang lain, saya lebih senang menulis surat saya sendiri untuk orang lain. Saya akan tuliskan ini:

Kelak, kamu dan semua orang yang kamu cintai akan mati. Dan dalam sekelompok kecil orang, dalam waktu yang singkat saja, hanya sedikit kata-kata atau tindakanmu yang masih berpengaruh. Inilah kebenaran yang menggelisahkan tentang kehidupan. Dan semua yang kamu pikir dan kerjakan hanyalah untuk menghindari kenyataan itu. Kita seringkali merasa sok penting. Kita mencari-cari tujuan kita--kita bukan apa-apa.

Selamat Menghayati surat nyinyir-nya!


Tulisannya tentu saja saya tulis sendiri dengan tangan saya. Dan tentu, mereka akan jengkel membaca tulisan tangan saya yang jelek, sehingga mereka meremas surat tersebut dan melemparnya ke wajah orang di dekatnya.

Bukan sebuah layanan yang istimewa, memang. Barangkali itulah alasan utama mengapa saya tidak layak jadi pengantar surat.

Tapi sungguh, bagaimana Anda bisa mengatakan kepada orang lain, secara meyakinkan, untuk "menjalani hari yang menyenangkan" padahal Anda tahu bahwa semua kepercayaan dan motivasi itu berakar pada keinginan yang tiada batas untuk menghindari kenyataan bahwa tiada makna apa pun dalam eksistensi manusia.

Pasalnya, dalam lingkup ruang dan waktu yang tanpa batas ini, semesta tidak peduli apakah Anda menjuarai olimpiade tingkat internasional, atau apakah guru Anda mengeluarkan Anda dari kelas, atau apakah ibu Anda mengurung Anda dalam kamar mandi seharian. Semesta tidak peduli partai mana pun yang memenangkan pemilu. Semesta tidak peduli jika ada hutan terbakar atau es meleleh atau laut pasang atau udara memanas atau jika kita semua dihancurkan oleh alien-alien luar angkasa.

Anda yang peduli. Sungguh.

Baca juga: Menyelamatkan Hidup dari Kehampaan dengan Memahami Makna Kehidupan

Anda peduli, dan Anda berusaha keras meyakinkan diri sendiri bahwa pastilah ada suatu makna agung di balik alam semesta ini.

Anda peduli karena, jauh dalam lubuk hati, Anda butuh merasakan kesadaran akan pentingnya hal itu, semata-mata supaya bisa menghindar dari kebenaran yang menggelisahkan, dan supaya Anda tidak ambyar terlindas oleh materi keberadaan Anda yang tidak seberapa itu.

Dan Anda (seperti saya atau orang lain), kemudian mengalihkan kesadaran yang ada dalam imajinasi Anda sendiri ke dunia di sekitar Anda karena dengan cara itu, Anda memperoleh harapan.

Apakah terlalu dini untuk memperbincangkan hal ini? Sini, saya beri surat lagi. Saya bahkan menempelkan stiker love di surat tersebut dengan emoji senyum dan mata berkedip di atasnya. Lucu sekali, bukan? Saya akan menunggu, sembari Anda mempostingnya di Story WhatsApp.

Oke, sampai di mana kita? Oh iya, ketidakjelasan eksistensi manusia, benar!

Kini mungkin Anda sedang berpikir, "Ndi, aku percaya kita terlahir karena suatu alasan, dan sama sekali tidak ada yang kebetulan, dan setiap orang bernilai karena setiap tindakan kita berdampak pada orang lain, dan bahkan hanya dengan menolong 1 orang saja, itu membuktikan bahwa kita bermakna, bukan?"

Ouhh betapa manisnya Anda sekarang! Lihat, yang sekarang berbicara adalah harapan Anda. Itu adalah cerita yang dibuat oleh Anda sendiri supaya Anda bersemangat bangun di pagi hari karena sesuatu harus memiliki makna karena tanpa ada sesuatu yang bermakna, maka tidak ada alasan untuk terus menjalani hidup ini.

Baca juga: Inilah Pentingnya Berkata "Tidak" | Penolakan Membuat Hidup Lebih Baik


Pentingnya Menjaga Harapan

Jiwa kita membutuhkan harapan supaya kita bisa hidup. sama seperti ikan membutuhkan air. Harapan adalah bahan bakar untuk mesin mental kita. Seperti selai coklat pada roti kita. Tampak seperti metafor yang kacangan.

Jika Anda tidak percaya ada harapan akan masa depan yang kelak lebih baik dari hari ini, bahwa hidup kita akan menjadi lebih baik, maka secara spiritual, kita telah mati. Di atas segalanya, jika tidak ada harapan bahwa hal-hal akan menjadi lebih baik, lalu untuk apa hidup? Untuk apa mengerjakan sesuatu?

Ketiadaan harapan merupakan nihilisme yang dingin dan suram, perasaan di mana segala sesuatu tidak ada gunanya, jadi ... persetan sajalah.

Ketiadaan harapan adalah akar kecemasan, penyakit jiwa, dan depresi. Ialah sumber penderitaan dan biang kerok dari segala kegelisahan. Ini bukan pernyataan yang melebih-lebihkan, sungguh.

Menghindari ketiadaan harapan kemudian menjadi proyek utama dalam pikiran kita. Segala makna, semua hal yang kita pahami tentang diri kita sendiri dan dunia, dibangun dengan tujuan untuk mempertahankan harapan.

Maka harapan merupakan satu-satunya hal yang membuat siapa pun dari kita berani berkorban sampai mati. Kita percaya harapan bahkan lebih mulia ketimbang diri kita. Tanpanya, kita percaya kita tidak bermakna.

Jadi Anda paham kenapa lawan dari kebahagiaan adalah ketiadaan harapan?

Karena jika Anda bersedih atau marah, berarti Anda masih peduli akan sesuatu. Artinya, ada sesuatu yang bernilai di sana. Artinya, Anda masih memiliki harapan.

Lain halnya ketika Anda tidak memiliki harapan sama sekali. Semua hal akan dirasa tak berguna dan tak ada faedahnya.

Karena itu, heroisme bukanlah sekadar keberanian atau nyali atau ide-ide yang cerdik. Hal-hal tersebut sudah mainstream dan umum dipakai untuk hal-hal yang sungguh tidak heroik.

Bukan, menjadi heroik adalah kemampuan untuk memunculkan harapan ketika tidak ada sama sekali. Untuk memantik seberkas cahaya dalam gelap gulita. Untuk menunjukkan pada kita kemungkinan munculnya dunia yang lebih baik.

Jika itu bukan hal paling dahsyat yang pernah Anda dengar, maka saya ingin tahu, sebenarnya Anda sedang punya masalah apa?

Quotes of the day, motivasi Ambyar


Posting Komentar

4 Komentar

  1. Gilaaa keren banget tulisannya ��
    Kenapa baru upload lagi min?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya nih hihi.. Kemaren lagi ada hal yang gak bisa di kesampingkan :v

      Hapus
  2. Finally the awaited comes. Btw min lombanya kapan?

    BalasHapus