Pentingnya Berkomitmen dalam Hidup | Motivasi Ambyar

alang-alang, awan, batu, komitmen, motivasi ambyar

Budaya konsumtif sangat lihai dalam membuat kita menginginkan lebih, lebih, dan lebih. Di bagian dasar dari semua sensasi dan pemasaran itu, terdapat implikasi bahwa semakin banyak selalu berarti semakin baik. 

Saya meyakini ide ini bertahun-tahun. Menghasilkan lebih banyak uang, berkunjung ke lebih banyak tempat, memiliki lebih banyak pengalaman.

Tetapi lebih banyak tidak selalu lebih baik. 

Faktanya, justru kebalikannya yang benar. 

Sesungguhnya kita sering merasa lebih bahagia dalam situasi berkekurangan. Ketika kita diberi muatan peluang dan pilihan yang terlampau banyak, kita menderita apa yang disebut ahli psikologi sebagai paradoks pilihan. 

Intinya, semakin banyak pilihan yang diberikan, kita akan menjadi semakin kurang puas atas apa pun yang kita pilih, karena kita sadar akan semua pilihan lain yang mungkin sekali kita korbankan.

Jadi jika Anda memiliki pilihan 2 tempat untuk ditinggali dan harus memilih salah satu, sepertinya Anda akan merasa nyaman dan percaya Anda telah membuat pilihan yang tepat. Anda akan merasa puas dengan keputusan Anda.

Namun jika Anda memiliki pilihan 28 tempat untuk ditinggali dan harus memilih salah satu, paradoks pilihan mengatakan bahwa Anda sepertinya akan melalui waktu bertahun-tahun menyakiti diri sendiri, meragukan diri sendiri, dan mempertanyakan diri sendiri, bertanya-tanya apakah Anda sungguh telah membuat pilihan yang tepat, dan apakah Anda sungguh telah memilih kebahagiaan yang paling maksimal.

Kecemasan ini, hasrat untuk mendapatkan kepastian dan kesempurnaan serta kesuksesan, akan membuat Anda tidak bahagia.

Jadi apa yang kita lakukan? Jadi, jika Anda seperti saya dulu, Anda menghindar untuk memilih apa pun. Anda berusaha agar pilihan-pilihan Anda tetap terbuka selama mungkin. Anda menghindari komitmen.

Baca juga: Inilah Pentingnya Berkata Tidak! | Penolakan Membuat Hidup Lebih Baik

Di sisi lain, membaktikan diri secara mendalam terhadap satu orang, satu tempat, satu pekerjaan, satu kegiatan saja mungkin akan menghalangi kita dari banyak sekali pengalaman yang ingin kita cicipi, namun mengejar pengalaman sebanyak-banyaknya justru akan menghalangi kita dari kesempatan untuk mengalami nikmatnya kedalaman suatu pengalaman.

Ada beberapa pengalaman yang bisa Anda rasakan jika Anda telah tinggal di tempat yang sama selama 5 tahun, ketika Anda hidup dengan orang yang sama selama 1 dekade, saat Anda telah bekerja sama dengan keahlian atau keterampilan yang sama separuh hidup Anda.

Jika Anda mengejar sensasi dari pengalaman yang begitu luas, setiap pengalaman yang baru, setiap orang atau barang yang baru akan berkurang kesannya. 

Ketika Anda tidak pernah meninggalkan tanah air Anda, negara pertama yang Anda kunjungi akan menginspirasi perubahan perspektif secara besar-besaran, karena Anda memiliki suatu dasar pengalaman yang sempit saat menemuinya,

Namun ketika Anda telah bepergian ke 20 negara, negara ke 21 akan terasa kurang berkesan. Dan ketika Anda telah berkunjung ke negara yang ke 50, yang ke 51 akan terasa semakin kurang berkesan.

Hal yang sama juga berlaku untuk kepemilikan materi, uang, hobi, pekerjaan, teman, dan pasangan romantis. Upss..

Baca juga: Belajar Indahnya Cinta Sejati dari Lagu 1000x

Semakin umur Anda bertambah, semakin banyak pengalaman yang Anda dapatkan, semakin Anda berpengalaman, semakin berkurang, secara signifikan, pengaruh pengalaman baru terhadap diri Anda.

Saya menyebut ini dengan The Law of Diminishing (Hukum yang semakin berkurang).

Saya ingat ketika pertama saya memiliki game console PS3, ketika pertama kali memilikinya, kepuasan saya sangat luar biasa. Beberapa bulan kemudian, ini menyenangkan. Satu tahun kemudian, ini cukup menyenangkan, tidak terlalu buruk. Namun setelah bertahun-tahun memilikinya, ini terasa membosankan dan tidak penting bagi saya.

Dan Anda pun begitu. Ketika pertama kali mengenal seseorang, Anda akrab dan menghabiskan banyak waktu dengannya. Beberapa bulan kemudian, Anda hanya berkomunikasi via WA dengannya. Dan tahun demi tahun berjalan, Anda dan dirinya hanya sebatas penonton story WA. Sinting, yang benar saja!

Kisah besar saya, secara pribadi, adalah tentang kemampuan saya untuk membuka diri terhadap komitmen. Saya telah memilih untuk menolak semuanya, hanya tinggal orang-orang dan pengalaman dan nilai-nilai terbaik dalam hidup saya.

Saya menghentikan semua rencana saya menjadi pesepakbola dan fokus untuk menulis. Saya telah berkomitmen terhadap satu lokasi geografis dan itu membuat hubungan saya menjadi lebih berarti, asli, dan sehat berlipat ganda.

Dan apa yang telah saya temukan adalah sesuatu yang sungguh berlawanan dengan akal sehat; bahwa ada kemerdekaan dan kebebasan dalam komitmen. Saya telah menemukan peluang yang meningkat dan hal-hal positif saat menolak berbagai alternatif dan pengalih perhatian dari apa yang telah saya pilih, sehingga menjadi benar-benar berarti.

Komitmen memberi Anda kebebasan karena perhatian Anda tidak lagi teralihkan oleh hal-hal yang tidak penting dan tidak karuan.

Komitmen memberi Anda kebebasan karena ini mengasah perhatian dan fokus Anda, mengarahkannya kepada apa yang paling efisien untuk membuat Anda sehat dan bahagia. 

Komitmen membuat pembuatan keputusan lebih mudah dan menghilangkan setiap ketakutan akan kehilangan; mengetahui bahwa apa yang sudah Anda miliki tidak cukup baik, mengapa Anda bahkan stres mengejar sesuatu yang lebih, lebih, dan lebih lagi. 

Komitmen mengizinkan Anda untuk secara sadar berfokus pada sedikit sasaran yang sangat penting dan mencapai derajat kesuksesan yang lebih tinggi ketimbang mereka yang menghindari komitmen.

Dengan cara ini, penolakan terhadap beberapa alternatif membebaskan kita--penolakan terhadap hal-hal yang tidak selaras dengan nilai kita yang paling penting, dengan ukuran yang kita pilih, penolakan terhadap pengejaran yang konstan terhadap luasnya pengalaman dan bukan dalamnya pengalaman.

Ya, keluasan pengalaman sepertinya penting dan diinginkan ketika Anda masih muda dalam apa pun juga. Karena itu, Anda harus ke luar sana dan menemukan apa yang tampaknya layak untuk dicapai. Namun kedalaman pengalaman adalah letak emas terkubur. Dan Anda harus tetap berkomitmen terhadap sesuatu dan terus menggalinya. Itulah hubungan yang sejati, dalam karier, dalam membangun gaya hidup yang luar biasa.

Karenanya, kebebasan yang mutlak, pada dasarnya, tidak ada artinya sama sekali.

Posting Komentar

0 Komentar