Inilah Pentingnya Berkata Tidak! | Penolakan Membuat Hidup Lebih Baik

Quotes of the day, pentignya berkata tidak, penolakan, motivasi ambyar


Kebebasan mutlak, pada dasarnya, tidak ada artinya.

Kebebasan membuka kesempatan untuk makna yang lebih besar, tetapi pada dasarnya tidak ada makna apa pun di dalamnya. 

Pada akhirnya, satu-satunya cara untuk mendapatkan makna dan merasakan pentingnya sesuatu dalam hidup seseorang adalah dengan menolak alternatif yang ada, menyempitkan kebebasan, pilihan untuk berkomitmen pada satu hal, satu keyakinan, atau (sambil menelan ludah) satu orang.

Sungguh. Jika Anda ingin mendapatkan makna yang dalam dari suatu hal, maka fokuslah kepada hal tersebut.

Jika dalam Ilmu Ekonomi, ini semacam trade off. Kita memiliki beberapa pilihan dan kita harus memilih mana pilihan/alternatif terbaik bagi kita dengan mengorbankan alternatif lain.

Kita tidak bisa mengambil semua pilihan. Karena pada dasarnya, manusia itu terbatas.

Dalam tulisan (payah) ini, saya akan memaparkan alasan dari pentingnya berkata "tidak" terhadap sesuatu. Ini akan menarik untuk dibahas, karena kebanyakan orang akan takut mengutarakan penolakan. Mereka selalu ingin berkata "iya" kepada setiap hal. Nyatanya, hal itu sama sekali tidak bernilai apa-apa selain membuang tenaga.

Penolakan Membuat Hidup Lebih Baik

Sebagai perpanjangan dari budaya positif/konsumen, banyak dari antara kita telah "termakan" dengan keyakinan bahwa kita harus mencoba secara inheren untuk sedapat mungkin menerima dan mengafirmasi sesuatu.

Ini yang menjadi batu fondasi berbagai macam buku "Positive Thinking": buka diri Anda terhadap peluang yang ada, dengan menerima, berkata ya pada setiap hal dan setiap orang, dan bla bla bla..

Tetapi kita perlu menolak sesuatu. Jika tidak, kita kehilangan alasan untuk bertahan. 

Jika tidak ada yang lebih baik atau lebih diinginkan daripada yang lain, kita akan merasa hampa dan hidup kita menjadi tanpa makna. Kita hidup tanpa nilai dan akibatnya kita menghidupi kehidupan tanpa tujuan.

Menghindari penolakan (baik memberi atau menerima penolakan) sering ditawarkan kepada kita sebagai jalan untuk membuat diri kita merasa lebih baik. Tetapi menghindari penolakan memberi kita kenikmatan sesaat yang membuat kita tanpa kemudi dan tanpa arah jangka panjang.

Untuk sungguh mengapresiasi sesuatu, Anda harus membatasi diri Anda sendiri. Ada tingkat kegembiraan dan makna tertentu yang akan Anda raih dalam kehidupan, hanya jika Anda menghabiskan puluhan tahun membina satu hubungan tunggal, satu karya tunggal, satu karier tunggal.

Tindakan memilih sebuah nilai untuk diri Anda sendiri menuntut Anda untuk menolak nilai-nilai dari pilihan lain. 

Jika saya memilih bahagia dengan cara yang sederhana, berarti saya memilih untuk tidak memaksa orang lain menyukai saya dan membuat saya bahagia.

Jika saya memilih untuk menilai diri saya berdasarkan kemampuan saya untuk terbuka dan menerima pertemanan, artinya saya menolak untuk mengata-ngatai mereka di belakang.

Itu semua adalah pilihan yang sehat, dan menuntut penolakan di setiap langkahnya.

Intinya, kita semua harus peduli terhadap sesuatu, untuk menghargai sesuatu. Dan untuk menghargai sesuatu, kita harus menolak apa yang "bukan" sesuatu tersebut. Untuk menilai X, kita harus menolak non-X.

Penolakan tersebut merupakan sebuah bagian yang inheren dan penting demi memelihara nilai-nilai kita, demikian pula identitas kita. Kita ditentukan oleh apa yang kita tolak. Dan jika kita tidak menolak sesuatu pun (mungkin karena kita sendiri takut ditolak) pada dasarnya kita tidak punya identitas sama sekali.

Apakah Anda mengenal Lionel Messi? Anda pasti langsung memikirkan seorang pesebakbola handal dengan wajah tampannya dan suka menari-nari dengan bola di lapangan.

Ya, secara tidak sadar, Anda telah memberikan suatu identitas kepada Leo Messi. Kenapa Messi mendapatkan identitas sebagai pesebakbola yang handal?

Karena dia telah menghabiskan sebagian besar waktunya untuk sepak bola, dan dia menolak hal lain di luar sepak bola. Dia fokus terhadap nilai-nilai yang ia pegang. Dengan memilih sepak bola, maka dia menolak untuk menjadi pebisnis atau atlet tenis.

Dan itulah poin pentingnya. Penolakan perlu kita lakukan demi menyempitkan kebebasan dan mendapatkan makna dari suatu hal yang kita pilih.

Keinginan untuk menghindari penolakan dengan cara apa pun, untuk menghindari konfrontasi dan konflik, keinginan untuk berusaha menerima apa pun secara seimbang dan untuk membuat semua hal berpadu dan harmonis, merupakan bentuk keegoisan yang dalam dan halus.

Orang-orang seperti itu, karena mereka merasa berhak selalu merasa baik, menghindar untuk menolak apa pun karena jika mereka melakukannya, mereka membuat diri mereka sendiri atau orang lain merasa buruk.

Dan karena mereka tidak mau menolak apa pun, mereka hidup dalam hidup yang tanpa nilai, disetir kenikmatan, dan mematikan diri mereka sendiri.

Semua hal yang mereka pedulikan adalah tentang menjaga kenikmatan sedikit lebih lama, untuk menghindari kegagalan yang tidak dapat dihindari dalam hidup mereka, dan berpura-pura telah mengusir penderitaan.

Penolakan adalah keahlian hidup yang penting dan krusial. Tidak ada satu orang pun yang ingin terjebak dalam sebuah pertemanan yang tidak membuat mereka bahagia. Tidak seorang pun yang ingin terjebak melakukan pekerjaan yang mereka benci, dan tidak mereka percayai. Tidak ada orang yang menginginkan ketidakberdayaan akibat tidak bisa mengutarakan maksud mereka.

Namun begitu, orang-orang memilih hal-hal tersebut. Sepanjang waktu.

Kejujuran adalah kerinduan manusia yang alami. Tetapi kejujuran menuntut sebagian dari kita untuk tetap merasa nyaman saat mengatakan dan mendengar kata "tidak". Dengan cara ini, penolakan sesungguhnya membuat hubungan kita lebih baik dan kehidupan emosional kita lebih sehat.

Kesimpulan

Sebagai contoh, saya ingin mendapatkan penghasilan sendiri dari cara yang saya sukai. Dan saya suka menulis. Maka saya akan menghabiskan waktu-waktu berharga saya untuk banyak membaca buku sebagai referensi, mempelajari kaidah EYD, mempelajari struktur tulisan yang baik, atau mempelajari cara berinteraksi dengan pembaca.

Dengan demikian, saya menolak untuk mendapatkan uang dengan cara berjualan, menjadi pelayan di sebuah minimarket, atau bahkan dari berjudi.

Saya mengetahui seseorang yang sangat ahli dalam ilmu hadits. Dan hal berharga yang saya ambil dari beliau adalah: perlu pengorbanan yang tidak sedikit untuk mendapatkan makna dari nilai-nilai yang kita genggam.

Beliau sudah mempelajari Hadits selama 40 tahun lebih. Dan itu artinya, beliau tidak hanya mengorbankan waktunya, tapi juga mengorbankan hal-hal lain seperti mempelajari Matematika atau Kimia.

Semoga tulisan (super) singkat ini bisa menjadi sebuah "alarm" bagi Anda (dan saya).

Posting Komentar

1 Komentar

  1. Sekarang gue belajar tentang pentingnya berkomitmen terhadap suatu hal :)

    BalasHapus